Rabu, 02 September 2009

Belum Ada Bahan


LebARAN SEBENTAR LAGI.. TUNGGU CERITA SI LAJANG DARI PULAU YAH...P

Kamis, 04 Juni 2009

13 Rayuan Terbaru 2009


Posting ini sayah dapet dari milis yang sayah ikuti. Penting sayah posting lagi di blog, yaah setidaknya buat lucu-lucuan hehe. And... here we go!!!

1. Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?'

---Hoek! cuih...

2. Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih!

--- Najis Loh!

3. Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu.

--- WAKS!

4. Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku... akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa.

--- Hoeeek!

5. Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal.

--- Hahaha nice one!

6. Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu.

--- idih gepeng ntar!

7. Aku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu.

--- jitak!

8. Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya.

--- najooos..

9. Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku.

--- gyahahaha sakit peyut..

10. Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan!

--- getok pake kursi neh...

11. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum.

--- Halah.. halahhh....

12. Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu.

--- maksud loh?!

13. Orang bilang bulan itu indah...tapi aku bilang tidak. Orang bilang planet venus itu cantik...tapi menurut aku tidak. Aku bilang bumi itu indah dan cantik...karena ada kamu.

--- kaink.. kainkk....


Kamis, 21 Mei 2009

D’lajang’Z part 4 : RUWET


Pernah ga, denger seorang temen pria berkata aku tuh pemalu sama perempuan... Atau, apa? Aku bicara sama temen cewekmu di telpon? Gak ah, aku malu...


Pas ada sahabat saya yang curhat tentang teman prianya di kantor dan mengatakan hal yang sama , saya langsung merasa... woow sepertinya dia tuh tipe pria palyboy de! Kenapa saya bilang begitu? Itu karena jaman kuliah kemaren (maksudnya bertahun-tahun kemaren hehe), saya juga sering mendenger temen pria saya mengatakan hal itu kepada temen perempuan yang baru dikenalnya atau yang dia pikir si perempuan juga ada ”hati” sama dia. Padahal saya tau kalau dia sudah punya pacar, 2 orang pacar, atau bahkan diam-diam akan menikah.


Terus, gimana tanggapan sahabat saya tentang pengalaman saya tersebut? Antara percaya, syok, dan tidak ingin percaya... memangnya dia lagi ada hati sama tuh pria? (saya ga menyebut cowok, karena bagi saya istilah cowok sebenernya lebih tepat untuk anak sekolahan, meskipun sebenarnya apa yang sedang dialami oleh sahabat saya ini juga seperti anak sekolahan hehehe).


..................


”Apa? Aku suka sama dia?? Keanya gak de? Aku tuh cuma penasaran aja sama dia ke??” Bantahnya ketika kami berempat yaitu dia, saya, Rika dan Lili hang out Sabtu siang di sebuah restoran fast food.


”Penasaran apa? Memangnya dia berbuat apa sampe kamu penasaran sama dia? Bukannya kemaren kamu cerita sama aku kalo dia uda punya pacar? Ato bahkan sekarang uda mo jadi calon istri?? Udalah.. lupain aja! Kita tuh uda dewasa... bukan waktunya lagi maen penasaran-penasaran sama cowok kea anak sekolahan...”


”Ike, sekali lagi aku tegasin ni yah, aku cuma PENASARAN sama dia! Aku ga da niat ko jadi pacarnya! Kebayang aja gak? Karena aku tahu, aku bukan tipenya dan mungkin dia juga bukan tipeku??”


”Kamu bilang MUNGKIN? Jadi dia masih bisa masuk kriteriamu dunk?? Hayoooo...” Sanggah saya.


”Iyah tuh, kalo jodoh sapa yang tau? Lagian kalo kamu memang ga da niat jadi pacarnya, terus buat apa si susah-susah menghadapi dia? Bener kata Ike tuh, uda ga jaman lagi gitu-gituan...” Seloroh Rika.


”Uda de, kalian dengerin dulu ceritanya...” Lili menengahi.


”Iya nih kalian! Jadi gini, dulu tuh pas dia masih pegawai baru di kantorku, kami sempet deket? Dalam tanda petik lho yah... Aku dulu sempet suka sejak pertama kali kenal sama dia –okeh okeh kalian boleh menghajarku- dan aku juga sempet ngerasa kalo waktu itu dia juga suka sama aku. Tapi aku mencoba menepis perasaanku! Karena aku takut kalo itu cuma perasaanku aja, secara waktu itu aku juga lagi jomblo abis...


”Cuma gara-gara itu yang bikin kamu sebegitu penasarannya sama dia? Ga jelas de? Uda.. Hapus dan lupain aja sekalian? Ruwet betul sih?” cetus Rika.


”Gak Ri! Gak hanya itu. Aku juga ngerasa bersalah tiap kali ingat perbuatan-perbuatan konyolku hanya karena aku berusaha keras untuk menutupi perasaanku sama dia? Tanya Ike de, gimana waktu itu aku........”


Sementara sahabat saya berusaha ngejelasin masalahnya sebelum minta pendapat ke kedua sahabat saya lainnya, saya jadi teringat ceritanya ketika awal dia bertemu dengan pria itu. Bagaimana dia berusaha menepis dan menyembunyikan perasaannya, karena dia tidak mau patah hati untuk yang kedua kalinya. Saya ingat ketika dia bingung dengan pikirannya sendiri dan habis-habisan mengatakan kepada teman-temannya di kantor kalo dia menyukai orang lain hanya untuk menepis anggapan mereka yang mulai curiga padanya dan bagaimana dia memaksa sahabat prianya untuk pura-pura jadi pacarnya dan menemaninya setiap ada acara khusus di kantornya. Bukannya tidak mau, tapi sahabat prianya tahu kalau sebenarnya dia jatuh cinta sama teman kantornya itu, tapi dia tidak mau mengakuinya. Dan apa yang dia lakukan sebenarnya telah menyakiti hatinya sendiri.


Saya juga ingat betapa paniknya dia setiap kali habis bersikap ketus pada pria itu (tentu saja karena dia berusaha menutupi perasaannya) dan betapa sangat merasa bersalahnya dia ketika suatu hari pria itu berkata kenapa sih, kamu kayaknya jijik banget sama aku? ...

Saya tahu apa yang dia lakukan sebenarnya sangat gak banget untuk ukuran perempuan dewasa. Saya pikir, meski bukan baru kali ini dia mengenal dan jatuh cinta pada seorang pria, tapi saya yakin sebenarnya baru kali ini dia mengenal first love hanya mungkin pada waktu dan tempat yang salah?? Tapi tidak ada yang salah pada cinta kan?


”That’s it! Aku hanya pengen mengakhiri rasa penasaran dan bersalahku sama dia? Istilah sederhananya begini, aku hanya ingin mengembalikan segelas air yang dia taruh dimejaku entah dia sengaja atau gak sengaja dia tinggalkan di mejaku. Jadi kalo ternyata dulu dia memang ga da ”rasa” sama aku, okeh aku tenang... segaknya sikapku kemaren ”bener” donk dengan ketus sama dia? Berarti memang aku yang keGRan... Nah tapi kalo ternyata dulu dia juga sebenernya suka sama aku, aku hanya pengen minta maaf sama dia dan ingin dia tahu kalo sebenarnya aku dulu juga suka sama dia... thats all!! Dan aku ga niat ko jadi pacarnya apalagi ngerebut dia dari pacarnya yang sekarang.. Gak sama sekali!! Aku tahu ko dia sekarang uda bahagia sama pacarnya. Aku cuma pengen sekedar mampir dan ngembaliin segelas air yang pernah dia tinggalkan di mejaku... Itu saja... Beneran... Hanya ingin sedikit menghapus rasa bersalah gara-gara perbuatanku sendiri padanya... Tiap kali melihat dia dikantor terus teringat kata-katanya kenapa sih, kamu kayaknya jijik banget sama aku? Aku ga jijik... Aku hanya ingin dia tahu... ” ujarnya sambil menghela napas.


”Aku tahu dari ceritaku yang berputar-putar tadi keanya aku tuh egois karena seringkali bilang, aku ingin aku ingin... Maksudku...”


”Iyah kami ngerti ko maksudmu... Ga usah dijelasin lagi, tar tambah muter-muter lagi... rasanya ni sel-sel otak kami jadi kacau hehehe”


”Ugh kalian...”


Jadi sahabat saya itu berniat menyudahi pemikiran-pemikiran yang dia anggap sangat childish dan gak banget ituh –sekalian sebagai salah satu resolosinya di taon 2009 ini- dan menebusnya dengan memberikan sesuatu sebagai kenang-kenangan terselubung padanya. Pas banget ketika dia sadar kalo pria itu juga punya hobi yang sama dengan Lili, berburu koleksi novel langka. Dan Lili dengan senang hati membantu mengenalkannya dengan pedagang novel-novel langka langganannya.


..................................


”Jadi gitu ke, dia penasaran aku dapat dari mana tuh novel? Aku bilang aja dapet dari temenku... terus aku bilang kalo dia mau, aku kasi no hape si Lili biar dia bisa tuker-tukeran info, kan mereka berdua hobinya sama tuh? Eh pas aku kasi no hapenya dia bilang gitu??” Minggu pagi sahabat saya itu uda berkicau ribut di telepon.


”Ya uda... filingku dia tuh tipe pria playboy de? Eh bukan pria, tapi COWOK dink hehe yaah ga usah dijelasin juga uda jelas ko kalo dulu tuh cuma perasaanmu aja... beres kan? Toh kamu uda menebusnya dengan berusaha mencarikan dan memberikan sesuatu yang mungkin berharga bagi dia... Nah sekarang tinggalkan dia... Tutup buku tentang dia, simpan buat cerita anak cucu besok tentang hal bodoh binti konyol yang pernah kamu lakuin, yaitu first love pada waktu, tempat dan ummmmmm yaah mungkin pria yang salah??? heheheeheh ”


”Yaah seperti si Chacha pernah bilang, memang menyakitkan kalo cinta kita ditolak, tapi lebih menyakitkan lagi kalo kita tidak pernah bisa mengungkapkan cinta kita... Fiuuuhhh cinta? Aku juga ga ngerti ko bisa-bisanya sih aku suka sama dia?? Hehe bodo ah! Eh tar siang jalan yuk cari-cari bukunya kick andy! Keanya tuh lebih penting de!”


”Okeh!”


Dan begitulah, akhirnya sahabat saya itu menyudahi kisah cintanya yang ga jelas selama ini dan berusaha membuka lembaran baru yang lebih baik lagi.


Tapi, namanya juga cinta. Sinetron bilang, cinta gak pernah salah kan....


***

Senin, 18 Mei 2009

Jelangkung Riang Gembira

Pasti ada kan yang pernah mencoba permainan jelangkung?? Kalau tidak ada yang pernah, yaa baguslah... Bagaimanapun itu sebenarnya khan permainan yang sesat. Sayangnya saya pernah ketika jaman kuliah dulu hehe... Saya jadi ingat kembali pengalaman itu pas nonton acara TV seram tapi lucu. *sayah lagi nyoba pake bahasa Indonesia yang baek dan benar ni...niatnya c agar pengunjung blogger dari negara laen juga bisa baca pas transletin blog ini...buat temen-temen dari Indonesia sendiri, semoga tetep bisa menikmati bahasa sayah yang mungkin ga gaul ini yah hehe*

Ceritanya nih, saya lagi menginap di kost teman saya. Waktu itu, kost-kostan lagi "heboh" gara-gara banyak celana jean's yang hilang. Daripada ribut-ribut saling tuduh sesama teman, jadilah diputuskan untuk bertanya ke jelangkung. Inspirasinya? yaah gara-gara waktu itu juga lagi rame film jelangkung...

Akhirnya, setelah sepakat dimulailah permainan jelangkung untuk mendapat petunjuk siapakah si pencuri celana jean's di kost. Herannya, permainan jelangkung yang "normal" biasanya dilakukan di tempat yang angker, gelap, dan sepi dengan beberapa orang untuk melakukan permainan. Kami? karena kebanyakan dari kami adalah penakut, maka permainan jelangkung kami lakukan dengan "riang gembira" alias dilakukan di ruang utama tempat kost yang normal, terang benderang, dan ramai. Bagaimana tidak ramai kalau yang memainkan dan yang menonton waktu itu kalau tidak salah sekitar 30 orang! Entah apakah jelangkung juga berani "bergabung" dengan kami dan menjawab pertanyaan siapakah si pencuri misterius itu??

Kemudian, dengan perlengkapan seadanya, kertas, koin, lilin yang sebenernya dipakai untuk aroma therapy (karena tidak ada yang punya lilin "normal", jadi deh memakai lilin aroma therapy milik salah satu teman kost), dengan mengucapkan mantra yang entah didapat dari kitab sihir terbitan darimana, maka dimulailah "upacara" pemanggilan jelangkung. Koin menunjuk huruf-huruf yang ada di kertas jelangkung buatan sendiri itu dengan tidak jelas. Sementara 5 orang konsentrasi memainkan jelangkung, 25 orang lainnya tegang dan harap-harap cemas menunggu siapakah sebenarnya si pencuri celana jean's misterius itu. Tapi karena koinnya terus berputar-putar tidak jelas dan kami takut ada apa-apa, maka kamipun menghentikan permainan tersebut dan entah kenapa kami kompak berlarian ke kamar masing-masing, 5 menit kemudian kami kompakan lagi keluar dari kamar masing-masing dan langsung tidur bareng-bareng karena ketakutan yang tidak jelas.

Terus apakah akhirnya si pencuri bisa ketahuan?? entahlah... yang jelas, sejak kejadian itu tidak ada lagi kasus pencurian yang terjadi.


Minggu, 10 Mei 2009

d'LAJANG'z part 3 : Criminal News n The Parent Care's

Maraknya berita-berita kriminal di televisi memang memberikan banyak pengaruh bagi masyarakat pemirsanya. Baik itu pengaruh negatif maupun pengaruh positif. Pengaruh negatifnya, mungkin bisa menimbulkan phobia yang sebenarnya ga perlu-perlu amat. Kalau pengaruh positif yaitu dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan adanya kejahatan dimanapun juga *yup! 100!! duh bahasanya bikin inget jaman SD pas pelajaran bahasa Indonesia…*. Dan bagi seorang lajang seperti saya, pengaruhnya adalah …

Shubuh yang sejuk…

“Assalamualaikum, ya mah …” jawab saya di hape.

“Keke kamu lagi dimana sekarang?”

“Eehh…” sebelum sempat menjawab -tapi mungkin emez (ibu) uda tau lah saya dimana? Ga mungkin kan shubuh - shubuh saya lagi nongkrong di atas tiang listrik- emez sudah langsung kuliah shubuh.

“Nak tar siang kamu ga usah kemana-mana ya? Bahaya? Tahu tidak, kemaren di tipi ada berita ancaman bom di mall! Mama jadi khawatir kalo ingat kamu… tadinya pengen langsung telpon, tapi pasti kamu lagi di kantor dan ga bakalan ngeh mama ngomong apa. Sekarang kan weekend, jadi mendingan kamu di kost saja nak… ngaji keq, wiridan… gak usah pergi-pergi ke luar kota… kemaren yah di tipi juga ada berita pencopet ibu-ibu lagi di pasar,haduh serem de! Terus tuh ada lagi berita tentang penjahat yang lagi ………”

1 jam kemudian,

“Nah ini di tipi juga ada berita perampokan, eh coba kamu liat di tipi tuh! Haduh perampokan di kost-kostan! Astaghfirullah… kamu jangan di kost aja kalo gitu nak? Oh ato di kost aja? Kunci jendela dan pintu rapat-rapat! …..”

Dan begitulah reaksi emez saya tercinta yang lagi panik dan bingung mau mengevakuasi saya kemana gara-gara keseringan nonton berita kriminal di televisi….

Dan begitulah, pagi menjelang yang harusnya cerah ceria berasa semakin dingin …

Keesokan sorenya …

“Ke, hapemu bunyi tuh!”

“Assalamualaikum, ya pah…”

“Keke kamu lagi dimana? Ingat pesan mamamu kemaren ya? Ga usah kemana-mana… Biar diajak temen-temenmu juga hati-hati! Tuh di TV ada berita perempuan mati diracun temen-temennya… kalo ada minuman-minuman ato makanan-makanan ga jelas dari temenmu ga usah diminum dan dimakan… Ingat ya nak, jaga kehormatanmu… kalo jalan sama laki-laki jangan berduaan… terus…”

“Hah? Minumannya diracun temen-temennya pah? Maksudnya?? ” spontan saya menjawab dengan keras di hape saking bingungnya. Dan spontan pula temen-temen saya kompakan menunjukkan perhatian dengan antusias yang sebenernya ga perlu banget ituh (huufff kalo diinget-inget jadi nyesel dee gara-gara keceplosan, langsung dibantai habis-habisan!).

30 menit kemudian … (biasalah bapak-bapak cerewetnya memang “hanya” separoh dari seorang ibu)

“iyah pah waalaikumsalam…”

“Waa yang lagi dipantau mami papi hihihih cieh cieh awet muda dunk kan masi dianngap anak es em pe? Hwahahahah Eh eh kopinya jangan diminum!! Ga nyadar yah tadi habis kita kasi baygon mix selai kacang lhooo kekekekeekek…” tawa plus pandangan takjub sohib-sohib saya yang seakan-akan habis ngeliatin kejadian langka di meja mereka …

Saya ga begitu peduli dengan gojlokan temen-temen *okeh okeh agak sebal sii wajar khan hehe*, saya hanya syok karena kenyataannya saya memang lagi hang out di café. Minumannya si jelas, kopi. Tapi makanannya yang ga jelas, karena waktu itu saya lagi pesan makanan India yang kata si Mbak pelayannya enak banget. Dan begitu di coba rasanya memang aneh ga jelas karena mungkin ga sesuai dengan lidah saya. Masa iya karena diracun sama tukang masaknya?? Salah saya apah?? Mungkinkah ada konspirasi sibalik kasus saya dan bapak Antasari Azhar!! *lho???* Selaen itu saya juga ngerasa bersalah karena membohongi ortu saya tiap kali ditanya, lagi dimana? Saya jawab, lagi di kost. Saya khawatir kalo saya bilang yang sebenarnya, mereka bakalan panik dan telpon polisi hehehe *meski kadang-kadang saya pikir seru juga kali yah? Lumayan kan kalo masuk berita di tipi jadi rada terkenal dikit, hohohoho*

Saya agak maklum dengan sikap mereka, karena saya pikir itu adalah salah satu bentuk kasih sayang mereka terhadap anaknya. Tapi kadang-kadang saya juga prihatin bahkan terhadap diri saya sendiri. Haloo mah pah kalendernya belum diganti yah? Ini bukan taon 80an lagi? Abadnya aja uda ganti?? Untuk ukuran kota kecil, usia anakmu ini harusnya uda punya anak yang mulai masuk TK lhoo… jadi, anakmu ni uda dewasa bangett hehe…

Sebenarnya, pengalaman saya itu tidak lepas dari kultur adat di Indonesia yang memang masih melekat sangat kuat. Terutama bagi masyarakat di kota kecil. Dan saya adalah salah satu contohnya *hehe bukannya narsis c, pengennya posting pengalaman orang laen, tapi belakangan ini yang curhat lagi sepi? Hihihi* Dimana ortu saya masih sangat teguh berpendapat bahwa selama anaknya masih lajang, maka merekalah yang tetap bertanggung jawab atas anaknya, sampai si anak menikah *minum green tea 1 galon*. Nah, dan saya sebagai salah satu lajang yang hidup di perantauan *gaya bicara ala pejabat tinggi lagi di podium*, perempuan pula, jadi ortu saya hobi banget memantau kehidupan anak perempuannya setiap hari untuk memantau pertumbuhannya…(hehe memang balita?) bukan dunk, tapi pergaulan saya. Dan memang butuh kesabaran tinggi sii tiap kali mencoba memahami sikap mereka…

Besoknya …

“Keke tiap kali ke luar kota hubungi mama yah? Tahu tidak, tadi berita di tipi bilang ada anak kecelakaan pas keluar kota gara-gara belum pamit sama orang tuanya ….”

“...................” sibuk menganalisa maksud perkataan emez, ngancem ato peringatan ato ???



Kamis, 07 Mei 2009

Ayo Sering-Sering Minum Teh Hijau!!

Dari berbagai jenis, teh hijau banyak disarankan untuk dikonsumsi karena manfaatnya berlipat.Tak hanya sebagai antioksidan kuat, memerangi penyakit jantung atau mencegah peradangan, namun teh hijau punya 'seabrek' manfaat lain yang sebaiknya tidak Anda abaikan. Apa saja? Yuk kita lihat:


¨ Sebagai antioksidan yang menetralkan radikal bebas


¨ Bermanfaat terhadap penyakit kardiovaskular & Mencegah penyakit jantung


¨ Menurunkan kolesterol dalam darah.


¨ Merangsang penurunan berat badan.


¨ Mencegah pengembangan bakteri Helicobacter pylori penyebab sakit perut,


mendukung pertumbuhan mikroflora di usus dan mengatasi diare.


¨ Melindungi fungsi ginjal dengan menekan efek peracunan uremik


¨ Mencegah pelubangan gigi dan penyakit gusi.


¨ Menghilangkan bau mulut (deodorisasi ).


¨ Memperlambat proses terjadinya katarak .


¨ Menunjukkan sifat anti-virus dan anti-mikroba.


¨ Mempunyai sifat "chemoprevention" (mencegah kerusakan sel melalui proses
kimiawi).


¨ Melindungi kulit dari sinar ultraviolet.


¨ Menghambat kerusakan paru-paru akibat tembakau.


¨ Melindungi hati


¨ Memberi perlindungan terhadap pankreatitis akut.


¨ Menjaga esofagus tetap sehat.


¨ Melindungi lapisan lambung.


¨ Mencegah tumbuhnya tumor prostat dan payudara


¨ Melindungi daya ingat


¨ Pembuat awet muda

Di samping hal di atas,catechin juga anti-alergik, yaitu mencegah terbentuknya histamin yang merupakan reaksi badan bila terserang alergen yang menyebabkan alergi. Riset membuktikan bahwa secangkir teh hijau mempunyai daya anti-oksidan lebih besar daripada satu porsi brokoli, wortel, bayam atau strawberry.

Di bawah ini diuraikan beberapa penjelasan hasil riset dari fungsi biologis
tersebut.

1. Aktivitas sebagai antioksidan
Sifat antioksidan teh hijau mampu melindungi DNA sel-sel dari kerusakan serangan oksidasi radikal bebas sehingga dengan demikian pertumbuhan sel-sel
liar atau tumor jinak dapat dicegah.

2. Manfaat terhadap penyakit kardiovaskular dan kadar kolesterol dalam
darah.
Studi epidemiologis (penelitian penyebab penyakit pada penduduk) menunjukkan
bahwa mereka yang minum teh hijau empat cangkir atau lebih tiap hari berisiko lebih kecil untuk terkena aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah) dan penyakit jantung koroner.Teh hijau menurunkan LDL (kolesterol jahat) dan menaikkan HDL (kolesterol baik) serta menurunkan kolesterol serum total dan trigliserida total. Sebaliknya, teh hitam (teh yang sudah diragikan) tidak berpengaruh apa-apa terhadap jumlah kolesterol dalam darah.

3. Merangsang penurunan berat badan.
Teh hijau meningkatkan terjadinya pembakaran lemak tubuh dan memegang peranan penting dalam mengontrol komposisi tubuh manusia.

4. Mencegah bakteri H.Pylori, penyebab sakit perut, meningkatkan mikroflora yang berguna di usus dan mengobati diare. H.Pylori adalah bakteri mematikan penyebab gastritis dan penyakit saluran pencernaan lain, termasuk kanker. Komponen teh hijau, khususnya ECGC memberi efek penyembuhan terhadap infeksi H.Pylori ini. Polyphenol dari teh hijau merangsang pertumbuhan bakteri bermanfaat dalam saluran pencernaan antara lain Lactobacillus dan Bifidobacterium yang terbukti meningkatkan imunitas. Di samping itu mengurangi pertumbuhan bakteri patogen seperti Clostridium perfrigens, Clostridium difficle, bahkan juga bakteri Escherichia coli.

5. Perlindungan Ginjal dari pembentukan racun uremik.
Ginjal memegang peranan utama dalam mengeluarkan zat-zat yang tak berguna yang dihasilkan oleh metabolisme dalam tubuh. Ginjal mempunyai kemampuan lebih untuk menjaga fungsinya serta untuk meregenerasi organnya. Penumpukan racun-racun uremik dalam ginjal berakibat pada menurunnya fungsi ginjal yang di-tandai oleh gejala uremia atau gagal ginjal. Racun-racun ini di antaranya adalah metilamin, asam guani-dino-sukkinat dan metilguanidin. Metilguanidin yang berasal dari kreatinin adalah penyebab bebagai penyakit seperti anorexia (kurang nafsu makan), ulcer (tukak lambung),neuropati (gangguan sistem saraf) dan anemia (kekurangan darah merah). Polyphenol dalam teh hijau menekan produksi metilguanidin yang terlihat dari menurunnya kadar serum metilguanidin dalam darah setelah minum teh hijau untuk beberapa waktu. ( percobaan berlangsung hingga enam bulan).

6. Mencegah lubang gigi dan penyakit gusi.
Kedua hal ini disebabkan oleh tumbuh-berkembangnya bakteri mulut. Teh hijau menurunkan secara jelas jumlah bakteri merugikan, termasuk streptococci dalam mulut dan mencegah terjadinya plak (karang) gigi. Penyakit gusi terjadi karena peradangan gusi akibat infeksi bakteri Porphyromonas gingivalis. Teh hijau dapat mengurangi bakteri ini secara nyata di lapisan gusi sehingga membuat mulut lebih sehat.

7. Efek deodorisasi dalam mulut.
Senyawa belerang yang terbentuk dalam mulut seperti methylmercaptan dan beberapa sulfida sebagai hasil penguraian protein oleh enzim dan bakteri menyebabkan bau mulut (halitosis) sehabis makan. Teh hijau mampu mengurangi
secara mencolok gejala halitosis ini.

8. Memperlambat pemburaman lensa mata dalam proses katarak.
Katarak diduga timbul akibat terbentuknya oksidan jenis peroksida yang reaktif (antara lain dari radikal bebas) yang menyerang sel-sel lensa sehingga lambat laun menjadi buram. ECGC ternyata mampu menghentikan proses pemburaman ini dengan menekan peningkatan terbentuknya peroksida. Dengan demikian terbukti ECGC dalam teh hijau dapat mencegah atau memperlambat terjadinya katarak.

9. Efek antiviral dan antimikrobial
Virus masuk tubuh manusia lewat kulit, organ seksual, pernafasan dan pencernaan. Virus mengandung DNA atau RNA sendiri sehingga dapat berkembangbiak dengan memanfaatkan sel-sel manusia. Teh hijau ternyata mampu mempengaruhi biosintesa antara virus dengan sel-sel protein manusia ini, sehingga disimpulkan catechin dari teh hijau dapat bermanfaat untuk mencegah atau mengobati berbagai gangguan yang ditimbulkan virus-virus, antara lain virus patogen DNA : adenovirus, herpes, cacar, serta virus RNA: retrovirus (penyebab HIV/AIDS). Beberapa jenis retrovirus dan herpes ini juga bersifat merangsang tumbuhnya kanker. Gejala umum yang ditimbulkan infeksi virus adalah demam, lemas, kurang nafsu makan dan keracunan. Di samping melalui pencegahan sintesa DNA dan RNA di atas, ekstrak teh hijau juga bersifat antiviral terhadap virus-virus influenza, herpes simplex,Coxsackie virus B6 dan polio. Disimpulkan bahwa teh hijau menunjukkan kemampuan melawan"bacterial
cytotoxicity" (keracunan dalam sel oleh bakteri) dan kemampuan melawan virus dan bakteri.

10. Pencegahan Kimiawi (Chemoprevention).
Kebiasaan makan dan pola hidup yang mengganggu kesehatan seperti makan banyak lemak, bumbu dan asinan yang merangsang dan juga merokok, minum alkohol serta kurang makan sayur dan buah-buahan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan akibat degenerasi. Gangguan ini antara lain hipertensi (darah tinggi), gangguan jantung, stroke dan kanker. Istilah Pencegahan Kimiawi (Chemoprevention) berbeda dengan Pengobatan Kanker karena di sini tujuan utamanya adalah mengurangi risiko kemungkinan terjadinya kanker. Karena itu dalam pola hidup sehat, makanan dan suplemen yang mengandung zat antikarsinogen harus ada dalam makanan sehari-hari.

Penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau dalam jumlah besar, terutama lebih dari 10 cangkir sehari memberikan manfaat besar bagi kesehatan manusia, termasuk pencegahan kimiawi terhadap kanker, antara lain kanker sistem pencernaan dari esofagus (saluran makanan antara mulut dan lambung) ke lambung, usus dan dubur. Teh hijau juga menekan berkembangnya virus penyebab leukemia dalam darah bahkan ECGC terbukti mampu membunuh sel-sel leukemia yang umum terdapat di Amerika.

Keuntungan pencegahan kimiawi terhadap kanker dengan teh hijau adalah keamanannya tanpa ada efek samping, murah dan cepat menyiapkannya.

11. Melindungi kulit terhadap sinar ultra violet.
Kandungan polyphenol dalam teh hijau mampu mencegah terjadinya kanker dan peradangan di kulit. Jika dioleskan di kulit, ia mampu melindungi kulit dari sinar ultra-violet dan zat-zat yang merangsang terjadinya tumor pada kulit. Manfaat ini juga diperoleh bila teh hijau itu diminum. Pada waktu ini sudah ada krim kulit pelindung terhadap sinar ultra-violet yang mengandung komponen teh hijau yang dinamai epigallo.

12. Mencegah kerusakan paru-paru oleh tembakau.
Minum teh hijau mencegah terjadinya tumor dalam paru-paru yang disebabkan oleh kandungan karsinogen dalam tembakau, yaitu berbagai senyawa nitrosamine.

13. Melindungi hati
Sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan
sel-sel, teh hijau meningkatkan aktivitas enzim-enzim pertahanan tubuh superoksid dismutase (SOD), glutathione peroxidase dan katalase yang melindungi hati, paru-paru, kulit, kelenjar susu dan sistem pencernaan. Penelitian lain menunjukkan kemampuan teh hijau memberi perlindungan terhadap penuaan otak. (Mengenai enzim-enzim ini lihat artikel PENUAAN blogspot ini).

14. Melindungi terhadap pankreatitis akut.
Studi terkontrol terhadap sejumlah besar penduduk di Shanghai menunjukkan berkurangnya risiko kanker usus besar, dubur dan pankreas. Setelah pemberian polyphenol dari teh hijau sebanyak 500 mg/kg berat badan per hari, ternyata terjadi penurunan jumlah mereka yang terkena kanker pankreas .

15. Menjaga esofagus tetap sehat
Kanker esofagus berada pada urutan ke sembilan dari kanker yang banyak terjadi di dunia. Sekitar 300.000 kasus baru dilaporkan tiap tahun sedangkan 80% di antaranya terjadi di negara berkembang. Sebagaimana terhadap jenis kanker lain, teh hijau mampu mencegahnya bila diminum secara teratur.

16. Melindungi lapisan kulit lambung.
Studi epidemiologis juga menunjukkan bahwa mereka yang minum teh hijau secara teratur berisiko rendah terkena kanker pada lapisan kulit lambungnya. Ini disebabkan karena kemampuan EGCG mencegah terjadinya kanker pada kelenjar di permukaan lambung.

17. Mencegah tumbuhnya tumor prostat dan payudara.
Laporan dari beberapa negara di Asia menunjukkan rendahnya kasus kanker prostat dan payudara di daerah yang mempunyai kebiasaan minum teh hijau sehari-hari.

18. Melindungi daya ingat
Teh hijau tampaknya juga menjaga otak tetap 'tajam' dari bahaya kepikunan. Orang dewasa yang minum teh hijau setidaknya dua cangkir sehari tampaknya tidak punya masalah kognitif serius dibanding mereka yang minum teh kurang dari jumlah tersebut. Kenapa? Sekali lagi karena antioksidan dosis tinggi yang terkandung dalam teh yang memerangi radikal bebas yang berpotensi merusak saraf otak seperti yang tampak pada penderita Alzheimer dan Parkinson.

19. Pembuat awet muda
Nah ini yang paling penting semakin muda dan sehat arteri Anda, maka dampaknya Anda juga makin terlihat lebih sehat dan lebih muda. Jadi perangilah plak yang tertimbun di pembuluh darah yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Tambahkan usia biologis dan energi dengan mengonsumsi teh hijau. Berapa banyak dosis yang harus dikonsumsi? Sekitar 10 ons teh hijau per hari yang akan menghalangi tubuh menyerap lemak yang menyumbat arteri dan kolesterol.

Kesimpulan
Hasil dari berbagai penelitian di Amerika, Eropa dan Asia menunjukkan bahwa teh hijau bermanfaat mengurangi risiko terkena kanker di kulit, sistem pencernaan, paru-paru, prostat, payudara, dan hati serta proses katarak pada mata. Sebagai antioksidan, polyphenol dalam teh hijau melindungi darah dan kolesterol LDL dari serangan radikal bebas yang menyebabkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Peranannya pada peningkatan aktivitas enzim-enzim pertahanan yang melawan radikal bebas menyebabkan polyphenol yang dikandungnya memberi sifat anti-virus dan antimikroba serta mencegah timbulnya racun uremic yang menyebabkan gagal ginjal, melawan bakteri-bakteri yang menyerang gusi dan yang menyebabkan pelubangan gigi.

Polyphenol dalam teh hijau mudah terserap ke dalam seluruh bagian tubuh manusia, tidak menimbulkan keracunan dalam jangka panjang karena ambang batas keracunannya tinggi. Angka batas dosis mematikan terhadap tikus adalah antara 3 g/kg untuk tikus betina dan 5 g/kg untuk tikus jantan. Karena itu, apabila minum 10 cangkir teh hijau tiap hari, asupan polyphenolnya bagi manusia hanya sekitar 20 mg/kg berat badan, jauh di bawah ambang batas yang mematikan tersebut. Angka 10 mg/kg berat badan atau 5 cangkir sehari ternyata cukup efektif untuk memberikan perlindungan oleh antioksidannya.

Berbagai penelitian ini mendukung kesimpulan bahwa minum teh hijau secara teratur dapat membantu secara signifikan usaha pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Minum teh hitam, yaitu daun teh yang sudah diragikan untuk meningkatkan rasa dan keharumannya, juga bermanfaat, tetapi tidak sebesar teh hijau.


(disadur dari sini)

Senin, 30 Maret 2009

The Wedding : Antara Jawa dan Madura (posting di kantor,jadi rada ribet hehe)


Ada apa dengan wedding ala Madura dan Jawa? Bukannya mirip yah? Itulah komen dari beberapa temen yang sempet saya ceritain tentang perbedaan wedding party antara Jawa dan Madura. Terutama yang dari luar Jawa. Nah meskipun saya sendiri berasal dari Madura, tapi karena kelamaan di Jawa dan mungkin saya uda ga pernah hadir di wedding party ala Madura jadinya saya lupa bagemana tata krama kalo hadir sebagai tamu yang baek hehe *maap sa...*

Ceritanya ni, saya dapet undangan nikah dari temen di Pamekasan Madura. Saya seneng banget, karena rasa-rasanya saya uda lama ga pernah menghadiri pernikahan di Madura. Jadi de saya berangkat sore hari langsung sepulang kantor bersama 2 orang temen, sementara ni pestanya dimulai jam 7 malem. Dan kami berangkat jam 4 sore. Buru-buru banget de... Tapi demi temen, kami si rela-rela aja.

Akhirnya berangkatlah kami naek kapal setelah sebelumnya kami janjian ketemuan di pelabuhan tanjung perak. Dengan membawa kado, tas berisi baju pesta dan make up ala kadarnya, juga oleh-oleh buat tukeran dengan 2 orang temen saya, kami berangkat dengan hati gembira *
tralala trilili*

Hampir jam 7 malem, kami tiba di Pamekasan. Dengan membawa barang-barang bejibun kek orang lagi mo ngungsi, sebelum ke gedung kami putuskan dengan musyawarah mufakat mampir dengan ikhlas di terminal Pamekasan untuk ganti baju dan berdandan ala kadarnya di kamar mandi yang tralala wanginya sungguh natural alias bau pesing *
hikz kalo diinget2 ko ngenez banget si...*

Tibalah kami di gedung dengan penuh perjuangan... Walaupun telat... Pas tiba disana, kami langsung dipersilahkan masuk. Dengan kaki gemetaran karena cape dan pusing gara-gara wangi natural dari tempat kami berdandan darurat, maka kami akhirnya masuk dan langsung menyalami pengantin yang lagi duduk dengan khidmat di panggung dengan perasaan riang tanpa dosa plus cengiran yang dimanis-maniskan sambil berkata "hei ayoh foto-foto dulu dunk...". Herannya, ko pengantinnya malah kaget yah? Waktu itu kami pikir si, pasti karena temen saya (yang lagi nikah) itu ga nyangka kami bela-belain dateng.

Setelah cipika-cipiki dan menyalami pengantin di panggung, dengan riang tralala kami turun dari panggung diiringi pandangan bengong para tamu undangan yang duduk rapi di kursi-kursi ala penonton pertunjukan bakat di gedung.
Wah ko orang-orang pada liatin kita yah? Masa si mereka ga pernah liat tamu se keren kita? hehe begitu de pikiran kami dengan pedenya.

Beberapa lama, barulah saya sadar bahwa -hei ini MADURA bukan JAWA?- Kenapa? Kalo di Jawa, wedding party nya tuh tamu dateng, salaman, cipika-cipiki, foto-foto (kalo yang kenal deket ma penganten) n makan-makan de. Kalo di Madura, tamu dateng, duduk di kursi yang sudah disediakan, nonton sambil ngantuk para kerabat pengantin yang lagi pidato, pengantin dateng dengan pelan ke atas panggung terus duduk, dan piring terbang ke para tamu.
Terus pengantinnya ngapain bukk?? Yah duduk aja kek pajangan di panggung buat tontonan kami, para tamu undangan yang lagi makan dengan lahap...

Sadar atas kesalahan kami yang lebih telat lagi dari kedatangan kami, terutrama saya yang ngerasa ga enak banget karena sebage orang madura juga pastinya lebih tau lah gimana adat tamu pengantin disana. Tapi yah mo gimana lagi? Secara saya terakhir kali waktu SMP de yang pernah dateng ke wedding party di Madura. Setelah itu saya uda ga pernah lagi selaen undangan dari temen-temen di Jawa hehe.
*Maap Sa... Se gaknya kamu jadi punya kenangan tersendiri kan dari kami, temen-temenmu dari planet antah-berantah heuheu*

Penderitaan kami ga berakhir di situ aja. Setelah "dicuekin" (yah mungkin karena lagi repot yah?) pengantin yang mungkin juga gara-gara kelakuan kami yang "merusak" pesta, kami -setelah ketemu beberapa temen lagi,kami pulang jadi berlima- hang out malem-malem di terminal menunggu bus. Sukses nyampe di malang, kami hang out lagi di terminal nunggu angkot jalan karena kami adalah penumpang pertama dan ter-pagi.

And then, dengan body pegal linu seharian naek bus, angkot, dan ojeg, saya ngantor dengan sukses dan terlelap dengan pasrah pas siang hari di kantor ...

(dedicated for : suci, marie, eva, fida n friend'z...thx galz...so amazing trip, right? n 4 sari, we are happy 4 u... )


Selasa, 03 Maret 2009

MENDUNG


Temen-temen suka cuaca mendung? Mungkin karena adem de? Saya si lebih suka cuaca cerah biar panas *biar ga tanya tetep saya jelasin hek hek*. Makanya, pas mendung kemaren saya putuskan nginep di tempat kost teman saya, yang malah bikin sebal karena saya ditinggal ngedate. Yah tapi ga papa de, kalo gak kan ga mungkin saya ada cerita di blog ini hehe.

Jadi ketika saya lagi semedi di kamar kost, pas diluar ternyata lagi ada temen kost yang lagi curhat. Curhat apalagi kalo bukan cowok, hehe.

Sedih juga si dengernya... mendung-mendung gini malah kena masalah cinta *hala...h*

”Kena kualat kali aku Ndah. Secara di taon yang baru ini aku bertekad ngelupain tuh cowok. Eh malah kulanggar sendiri? Jadinya kek kesamber gledek aja de pas tau dia uda merit sama mantan pacarnya yang katanya bikin dia begitu sakit hati sampe-sampe ga mau kenal lagi sama cewek! Dan aku sebegitu khawatirnya takut dia jadi gay, ough...”

”Yah mungkin kalian sama-sama salah. Mungkin kamu terlalu ke GR an cien...”

”Ndah, aku bukan cewek normal kali kalo sampe ga GR dengan cara dia memperlakukan aku? Secara aku lagi jomblo kan? Bukannya aku membela diri, okelah aku salah karena terlalu bodoh mempercayai cowok yang aku pikir baik dan... ough susah de ngungkapinnya... Dan aku ga sampe sakit hati banget si karena aku toh ga sampe pacaran? Cuma deket aja... toh kita juga beda kota? Tapi yah sedih aja kali... Kecewa, kenapa dia tega-teganya bohongin aku?”

”Makanya besok-besok kalo mo kenal cowok liat-liat dulu lebih teliti... usia kek kita kan bukan waktunya pacar-pacaran? Tapi buat cari suami... mana cewek juga lebih banyak daripada cowok... jadi yah mereka menang pilih dee”

”Iyah, aku tau plus sadar sesadar-sadarnyah... tapi kan ga sampe kek kesetanan gitu kali berburu cowok buat jadi suami? Toh kalopun kita ga jodoh kan bisa buat nambah temen... ato sahabat... tapi kalo gini caranya? Aku jadi sediih banget... Ngomong keq kalo dia uda balik ma ceweknya dan berencana merit... bukannya ujug-ujug uda merit dan aku baru tau dari temennya, dan ternyata dia masi menghubungiku sama kek biasanya? Duh ga tau de Ndah... ”

Dari dalam kamar, dengan cuaca mendung dan dingin plus sendirian pula, saya jadi ikutan sedih dengerin curhat 2 teman-kost-teman-saya ituh... Banyak hal serupa yang sering dialami para lajang (baca : cewek). Saya kadang- kadang ga habis pikir, ko bisa-bisanya si ada orang yang mo merit, tapi masi mempermainkan para lajang dan berbohong dengan segala cara kalo dia begini-begitu dan hah?? Ternyata mo merit? Dan yang paling parah, uda merit? Barusan!!

Duh jadi pengen cepet-cepet tiba musim panas .... I love sunny days ... How about you all friend’s???

Jumat, 20 Februari 2009

TANGISAN BAGI SADDAM

Cerita ini sebenernya uda lama banget sih, yaitu ketika Saddam Hussein dihukum mati oleh Amerika. Waktu itu, saya, Emez dan adik saya lagi nonton berita tentang penjatuhan hukuman mati bagi Saddam. Sambil berdiskusi ala pengamat politik dari partai gurem dengan adik saya,inuk, tentang isi berita di TV sekali-kali kami juga menerangkan tentang isi berita TV ke Emez..

“Jadi Amerika tuh termasuk sewenang-wenang juga mah. Seenaknya saja menghukum pemimpin negara laen seolah-olah Amerika sudah benar-benar jadi negara pemimpin di dunia...” koar saya kepada Emez.

“Iyah mah, tuh tar lagi dihukum mati lho!” Inuk menimpali.

Emez menanggapi komentar para putrinya dengan bangga, seolah kami ini calon politikus masa depan Indonesia yang sebenernya malah bikin negara tambah kacau ga jelas.

Pas kami ngelanjutin berdiskusi lagi, berita di TV sudah berganti topik. Tiba-tiba...

“Haduh Ya Allah!! Liat tuh, Saddam mau di gantung! Tapi gak begitu keliatan? Ya Allah, kasihan ya ...” sambil berurai air mata beliau menunjuk TV ketika ada adegan penangkapan seorang pria yang menurut berita akan dihukum mati. Entah karena saat itu beliau gak fokus sama isi berita karena pusing sambil mendengarkan diskusi kami yang ruwet tentang Saddam, atau apa. Yang jelas, sebenarnya topik berita di TV saat itu sudah berganti topik tentang penangkapan seorang pria pedophilia yang akhirnya berhasil ditangkap dan memang pantas dijatuhi hukuman mati. Mungkin di seluruh dunia yang kebetulan sedang menonton berita yang sama, hanya Ibu kami yang menangisinya karena dihukum mati tanpa tahu yang sebenarnya. Tapi kami gak tega memberitahunya kalo itu bukan Saddam dan beliau menangisi orang yang salah ... Setidaknya, tangisannya kan memang untuk Saddam? *maap yah mah hehe*

D'LajangZ (part 2)

Perjodohan. Saya yakin, sampe kapanpun akan tetap selalu ada. Bahkan diluar negeri sekalipun! *duh jadi terlalu bersemangat nih hehehe* Saya pun pernah mengalaminya. Juga beberapa teman saya, yang kebetulan juga berasal dari kota kecil. Cuma yang saya ga ngerti, kenapa mereka begitu saja menjodohkan kami tanpa memikirkan perasaan kami? Memangnya kami cuma ”pekerja” yang tugasnya hanya untuk dinikahi pria, melayani pria, dan melahirkan anak? Kami kan juga sama dengan para pria yang ingin menghabisakan sisa hidup kami *lebay* dengan orang yang tepat?

Saya jadi teringat obrolan saya dengan beberapa sahabat pas ada kesempatan ngelepas kangen. Ya lewat hape, YM, juga pas lagi weekend bareng ke luar kota.


”Hah! Jadi kamu mo dijodohin juga ke? Ma sapa? Oke ga cowoknya? Wah kek aku kemaren tuh! Sayang wangi keteknya ituh lho,bikin ilfil bo!.” histeris banget de sohibku yang satu itu pas denger curhatku.


”Iyah... tapi keknya aku ga bisa de? Kita tuh ga da kemistri (baca : chemistry) Crue? Memang si banyak yang nyaranin –terutama keluargaku- kalo sebaeknya dijalani aja dulu... tar lama-lama juga bakalan cinta... nah iya tar kalo cinta, kalo gak? Secara ditempatku ituh yang namanya dijodohin, habis kenalan, seminggu kemudian uda langsung tunangan! Terus kalo ternyata di tengah jalan ga cocok gimana? Masa mo putus gitu aja? Kan ga mungkin... ”


Ketika saya juga share dengan sahabat sekaligus sepupu saya, Yeyen, dengan antusias dia menceritakan (seolah-olah dia pernah ngalamin hal yang paling ”menakjubkan” dalam hidupnya) pengalamannya yang juga rada mirip dengan pengalaman saya.


”Halah kamu si ga seberapa ke! Ni yah aku ceritain pengalamanku dulu dijodohin mamakuh pas aku lagi skripsi! Tau ga si, bukan hanya ga da kemistri, tapi secara physical juga ga banget! Mungkin karena waktu itu aku masi muda yah, jadi egoku masi besar. Tapi kebayang ga si, dengan postur bodykuh yang tinggi gini terus dipasangin ma cowok yang bahkan untuk sampe pundakku aja dia kudu pake dingklik! Ga itu ajah, tapi secara usia aku juga terpaut jauh lho ma dia. Kamu tau, 10 taon! Cuma karena dia berprofesi sebagai Guru?!”


”Haaa terus kamu gimana? Jadi kamu mau aja gituh? Pasrah aja gituh? Terus terus...??? duh pas waktu itu aku kemana Yen? Oh lagi skripsi yah... haduh maap yah Yen... ” Kaget plus ngerasa bersalah karena ternyata dia pernah ngalamin hal yang ”aneh tapi nyata”, tapi waktu itu saya malah ga da disampingnya. Justru pada waktu saya mengalami hal ituh sendiri, dia langsung ada di samping saya (hikz, makasi banget yen...n maapin aku dulu yang ga peka banget ma kamu...)


”Yah gak juga sii. Aku malah sampe bela-belain ga pulang kampung dengan alasan lagi sibuk ngerjakan skripsi. Padahal si uda selese. Jadinya aku ditelpon bolak-balik ma kakak, tante... mamah malah pake sakit-sakitan segala gara-gara aku ga mudik-mudik. Ya uda, akhirnya aku terpaksa pulang juga. Gimana-gimana aku kan juga ga mau di cap anak durhaka... lagian duit juga menipis, mana ga da penghasilan tetap lagi, hehehe ”


”Hahaha dasar! Keknya tuh faktor utama de. Hwaah gimana rasanya tuh? Terus berapa lama kamu jalan sama tuh cowok??” saya tau pada akhirnya dia ga jadian sama cowok yang dijodohin. Karena sekarang dia uda merit sama cowok yang jelas ga butuh dingklik kalo mo berdiri disampingnya. *heuheuheu*


”Hampir setaon. Ugh ga hanya tersiksa ke, tapi juga sedih banget!! Tiap hari aku tuh selalu mikir, gimana tar kalo pas wedding pengantennya jomplang sebelah! Aku juga ga habis mikir, ko bisa-bisanya sii mama juga keluargaku yang laen -kecuali kamu si- ngejodohin aku sama cowok yang ga banget kek gituh... aku pikir, apa aku sebegitu jeleknya sampe-sampe mereka pikir aku yah cocok aja dijodohin sama tuh cowok? Padahal kamu liat kan aku tuh ga jelek-jelek banget? Boleh dunk aku dapet cowok yang ga jauh beda ma aku secara fisik? Paling ga kan ada kemistri lah! Dan itu bakal muncul kalo dari pertama kita uda comfort ma dia.”


”Hihihi lha terus apa kata bu de?”


”Ya uda, mama cuma bilang, Yen terima aja... laki-laki itu menang milih...perempuan tuh cuma menang nolak. Iya kalo ada yang bisa ditolak, kalo uda ga da lagi ? ingat lho, perempuan itu usianya pendek...


“Hah maksudnya kita ni lebih cepet mati!!”


“Bukan, maksudnya kita ni lebih cepet tua daripada cowok...gituh lhoo...”


“Lho? Apa hubungannya? Cowok cewek kan sama-sama manusia? Pastilah lama-lama juga makin tua...”


”Justru itu... menurut budaya di kota kecil kita yang tercintah, mumpung kita ni, cewek-cewek, masi muda masi seger, kudu cepetan merit. Ibarat kelapa, makin tua sarinya makin berkurang... maksudnya apa aku juga masi ga jelas sampe sekarang...hehehe... ”


”n d n (baca : and the end)???”


“Ya uda…meski rasanya tersiksa n sedih banget sambil tetep-berusaha-tabah ngejalanin hubungan ma tuh cowok, klise si yah, tapi aku juga terus berdoa ke… aku berdoa, ya Tuhan kalo dia memang jodohku, bukakanlah hatiku untuk dia, dan kalo dia bukan jodohku jauhkanlah dia…gitu… sampe akhirnya Tuhan ngejawab doaku, ya uda lama-kelamaan dia ketahuan juga sisi-sisi jeleknya. Tau kan kota kecil, ada apa-apa dikit langsung de menyebar ke seantro kota! Terus akhirnya mama tau, akhirnya mendekati hari H kita putus baek-baek. Setelah ituh setaon kemudian aku ketemu juga ma suamiku sekarang hehe...”


Syukurlah sohib saya ituh happy ending. Tapi gimana dengan para lajang yang akhirnya harus pasrah mengikuti tuntutan budaya dan masyarakat yang mendikte kami segera menikah apapun yang terjadi? Yang masi beranggapan kalo melajang itu adalah “aib”? bukannya ga pengen merit c, sapa si yang ga pengen merit? Apalagi kalo melihat beberapa temen yang uda pada berkeluarga *pake istilah mbah kakung ni, boleh dunk sekali-sekali hehe* dimana mereka nikah karena memang ikhlas dan uda bener-bener siap. Tapi bagaimana kalo akhirnya kami juga menikah hanya karena terpaksa (demi menghindari tekanan dari masyarakat) dan bukannya kebahagiaan yang didapat, tapi malah penyesalan seumur hidup? Bukankah hidup itu untuk mengejar kebahagiaan…*haduuh koq lama-lama gaya tulisan saya jadi serius gini yak? Harusnya post di blogdetik ni? Padahal niatnya c pengen dibikin nyante…lucu…hihihi map deekek na mood nyah lagi serius nii* .


Banyak banget contoh nyata, salah satunya disekitar kota kecil saya. Dimana perempuan-perempuan yang menikah hanya demi memenuhi tuntutan budaya dan masyarakat, tapi pada akhirnya mereka ga bahagia. Mereka bertahan hanya demi anak, tapi justru hal itu mempengaruhi kondisi si anak. Terutama sisi psikologisnya. Namanya anak, pasti merasa dunk kalo suasana rumah ga bahagia.


Seperti juga yang dialami oleh salah satu sahabat saya, yang ortunya menikah karena terpaksa aja. Karena tuntutan keluarga agar si ibu cepet merit. Apa yang terjadi kemudian? Hanya dampak psikologis yang akhirnya dialami sahabat saya. Mungkin karena merasa ga bahagia, tertekan dan ga tahan dengan kondisi rumah tangganya, tanpa sadar si ibu selalu mengeluh pada anaknya –sahabat saya- bahwa kalo ga demi anak-anaknya, pastilah dia cerai sama suaminya. Dan itu dia katakan sejak si anak masih SD! Kebayang ga si kalo kita yang diposisi sebagai anak?


Secara agama juga ni, kelak kan kalo nikah kita kudu hormat ma suami. Nah gimana mo hormat kalo dari awal kita uda ga sreg? Yang ada akhirnya kita malah ”durhaka” sama suami? Ujung-ujungnya kan ortu juga yang dosa karena ga bisa mendidik anak perempuannya menjadi istri yang solekhah? *uhuk uhuk amieennn* itu c masi mending, gimana kalo ternyata si suami ga tahan n akhirnya jadi KDRT? Sereeemmm!


Prinsip saya ni, lebih baik menyesal TIDAK menikahi orang yang kita cintai, daripada menyesal menikahi orang yang TIDAK kita cintai...


4 now, being single and happy dulu dee. Toh saya yakin, true love will be come 2 me, apapun bentuknya dan siapapun dia… *gimana gimana? Inspiratif banget kaan! Hohoho eh lho woooiii jangan pada bubar duluuu heiiiii !!!!*

Kamis, 19 Februari 2009

D’LajangZ (part 1)

Ketika saya membaca blog tentang kehidupan para lajang, saya ngerasa, wah asik banget para lajang’z di kota-kota besar… Masih banyak temen-temen senasib buat share, pergi bareng. Dan mungkin keluarga mereka lebih terbuka daripada keluarga para lajang ato yah sebut aja d’lajangz dari kota kecil. Kalo boleh dibilang, keluarga dari kota kecil lebih konvensional banget kalo menghadapi anak-anaknya yang masih lajang atau melajang. Mereka akan berusaha mati-matian agar si lajang cepet nikah.

Salah satunya seperti yang dialami temen saya *selaen saya sendiri tentunya hehehe* yang juga berasal dari daerah yang sama dengan saya meski beda kota, sebut aja Runny *bukan runaway lho…* yang mungkin saking sumpeknya langsung aja presentasi, padahal saya baru ngucapin empat patah kata,

“Kamu ga mudik Run?”

“Malas ah, tar ditanyain mulu kapan nikah? Terus dibanding-bandingin dengan para sepupuku yang uda pada merit n punya anak gituh. Jadi serba salah juga. Kalo keliatan sedih, tar dikasihani? Ih ga banget kan? Tapi kalo keliatan nyante, eh diomelin abis-abisan! Yang katanya ga berbakti sama ortulah? Daripada tar kena migrain, mending ga usah mudik de? Itupun masii aja di telpon bolak-balik ditanyain kenapa ga pengen mudik? Ga kangen ortu? Bikin ortu cemas? terus yang bikin tambah pusing ni, selalu aja diceramahin -kami tuh khawatir sama kamu runny... kamu tuh kan sendirian aja di situ... jauh dari orang tua, keluarga... gak ada yang jagain kamu... pasti kamu kesepian kan?- coba seh ke kamu pikir? Apa gak bikin sesak napas tuh??” selese presentasi, Runny langsung ngabisin lemon teanya (hihihi).

”yah kamu sama aku kurang lebih samalah... kulturnya samah banget! Tapi mo gimana lagi? Namanya ortu? Mungkin itulah bentuk kasih sayang mereka sama kita? Namanya ortu pastilah pengen anaknya bahagia...”

”haduh ikeh! Kita ni uda dewasa tahap 2 lho! Uda 27 taon!!! Ga usahlah mereka tuh segitu-gitunya menekan kita supaya cepet merit! Kita toh bukan anak sekolahan lagi... aku juga yakin ko mereka kek gitu karena tekanan dari luar juga, dari para kerabat, tetangga, pokoknya masyarakat kota kecil itulah! Menurutmu gimana ke??” mungkin saking sebalnya, Runny ga sadar kalo sebenernya dia juga termasuk bagian dari masyarakat-kota-kecil-itu.

”Secara kita ni dari kota kecil dengan budaya yang masi kental apalagi kalo menyangkut lajangers, yaah mo gimana lagi? Ortu ga bakal ngelepasin kita sampe kita nikah kan? makanya aku lebih suka diam, karena kalo aku menjawab kek kamu ke ortumu, bisa-bisa aku tambah disalahin! Termasuk menyalahkan pendidikanku yang katanya si, terlalu tinggi? hehe” bukannya saya sok nyante si, cuma lagi gak pengen ngerusak suasana weekend aja.

”Ugh dasar kau! Ya uda de tar aja kita bahas lagi pas kumpul bareng temen-temen yang laen. Oh iyah, kamu tuh nanya-nanya aku kapan mudik, kamu sendiri?”

”Justru itu makanya aku nanya kamu? Kali-kali kamu punya alasan laen, eh sama aja... makanya aku pikir yah ga perlu lagi jelasin alasanku kan? hehe”

Dan begitulah, selama jalan-jalan sepanjang sore gak henti-hentinya hape sahabatku itu berbunyi yang akhirnya diangkat juga dengan lebih dulu menarik napas dan eye rolling. Sama halnya dengan saya yang menghembuskan napas ketika membaca sms baru dari emez (baca: ibu) yang isinya : weekend bareng siapa? Jangan pergi malem-malem ya! Banyak-banyak berdoa! Ingat, kamu masih single!

Terima kasih mah...

Senin, 09 Februari 2009

Kepribadian Menurut Nama

Setiap abjad mengandung makna tertentu (tabloid Aura, No 46/TH.XI 5 – 11 Des 2007). Sebenarnya saya gak begitu percaya dengan ramalan-ramalan, apapun bentuknya. Tapi mungkin, makna dari masing-masing huruf berikut, dapat sedikit mengungkap kepribadian kita. Jadi bisa lebih mengenal diri sendiri. Karena mungkin hal terpenting yang harus kita ketahui adalah siapa diri kita. *pas saya baca, keknya lumayan cocok sih huhuhu* Paling gak si, sekedar buat iseng aja. *hehehe* Berikut, makna masing-masing huruf :
A) Anda dapat sangat diam ketika sedang memikirkan sesuatu.
B) Anda selalu hati-hati ketika bertemu dengan orang baru.
C) Anda dapat dipastikan punya sisi yang menyukai pesta, jangan malu untuk memperlihatkannya.
D) Anda sulit percaya pada orang.
E) Anda orang yang sangat menyenangkan.
F) Semua orang sayang pada anda.
G) Anda mempunyai cara istimewa dalam memandang orang.
H) Anda tidak suka menilai orang lain.
I) Anda selalu tersenyum dan membuat orang lain tersenyum.
J) Pencemburu.
K) Anda suka mencoba hal-hal baru.
L) Cinta adalah sesuatu yang anda percaya dengan sepenuh hati.
M) Sukses mendatangi anda dengan mudah.
N) Anda suka bekerja, tapi selalu ingin istirahat.
O) Anda berpikiran sangat terbuka.
P) Anda sangat ramah dan penuh pengertian.
Q) Anda hipokrit.
R) Anda pandai bergaul.
S) Anda berpikiran sangat luas.
T) Anda punya sikap, sebuah sikap besar.
U) Anda merasa Anda harus sama dengan standar orang.
V) Anda mempunyai wajah dan fisik yang sangat bagus.
W) Anda menyukai privasi.
X) Anda tak pernah suka diberitahu orang lain apa yang harus dikerjakan.
Y) Anda menyebabkan banyak masalah.
Z) Anda selalu bertengkar dengan seseorang.
Gimana? Ada yang agak cocok??

Minggu, 01 Februari 2009

Setitik Cat Putih

minggu ini rencana aku ngurus SIM C

beberapa temen bilang, sekarang ini kalo ngurus apa2 tuh gampang …

ya udah, nyoba aja de ngurus SIM sendiri ke kantor polisi.

dah urus sana - sini (lumayan lancar juga lho!) tibalah (yeuk) pada test terakhir…

tes naek motor n ngelewati rintangan gitu … pi susah bo! cuma yang pro aja de yang bisa lewatin tuh rintangan pake motor. Nah yang amatiran kayak kita2 (yang lagi rame2 ikutan test gitu) kayak na baru bisa setelah latihan sebulan full de! Itupun gak tentu?

nah, pas test gitu (gitu lagi gitu lagi hehehe) salah satu aturannya kaki gak boleh turun kebawah.

Amehnya, meski jelas2 seluruh peserta harusnya pada gak lu2s, eh ada juga yang lu2s … padahal dia ngendaranya malah lebih parah dari aku? (bukan pamer lho hohoho)

pas aku tanya, “kenapa bisa pak?” si bapak polisi bilang “dia kan punya sertifikat mbak? biayanya 90 ribu, kalo mbak juga punya sertifikat, ntar saya bantu de biar cepet dapat SIM, jadi gak perlu ikut prosedur ini itu…” (hah?lho?)

so, kalo kita gak pake sertifikat, harusnya biayanya cuma 75 ribu, jadi nambah 90 ribu dunk buat ngurus sertifikat yang “kebetulan” tempat kursus nya juga ada di sebelah kantor polisi …

Kata temen, “kalo bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah…”

Aku sih gak masalah biayanya,

Tadinya juga mo nekat ngurus SIM sesuai prosedur, kalo boleh “sok2an” c, pengen mengubah “sistem aneh” di lembaga …

Dan ketika kuceritakan “kasus” aku ke seorang kawan, dengan bijak dia berkata (walah hihihi)

“apalah artinya merubah sistem, atau idealis, atau apalah di jaman edan seperti sekarang … semua itu ibaratnya kamu menuangkan setetes cat putih ke dalam se ember cat hitam … begitu diaduk, hilang sudah … yang ada, bagaimanapun juga kamu akan tetap terbawa atau harus terbawa …”

yah, kayak na aku memang harus ngurus sertifikat juga de …